nyinkstikom











{January 4, 2011}   PROPOSAL PENELITIAN MIRAS DAN INSOMIA

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat mengerjakan proposal penelitian Hubungan antara Minum Minuman Beralkohol dengan Insomnia ini dengan baik dan lancar. Kami berharap proposal ini dapat memberikan manfaat kepada para mahasiswa-mahasiswi STIKOM  PGRI  Banyuwangi untuk mengetahui bagaimana bahaya yang terkandung dalam Minum-minuman beralkohol dan Insomnia.

Kami juga meminta maaf  yang sebesar-besarnya apabila ada kekurangan, kesalahan bahkan kata-kata yang tidak berkenan di hati dan disisi lain kami sangat mengharapkan ada masukan baik kritik maupun saran dari saudara. Sehingga penyusun dapat memperbaiki apa yang jadi kekurangan kami karena tidak ada manusia yang sempurna kecuali Allah SWT.

Akhir kata kami mengharapkan proposal ini banyak manfaatnya bagi kami sendiri khususnya maupun semua pihak pada umumnya.

Penyusun


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kesulitan tidur ( INSOMNIA ) merupakan salah satu musuh terbesar kita dalamkehidupan sehari-hari. Ditengah-tengah tuntutan untuk tetap tampil bugar dan sehat dalam pekerjaan kita, insomnia benar-benar sangat menganggu dan membuat etos kerja menurun drastis, anda pun dapat frustrasi menghadapinya. Pada saat anda berfikir apa yang salah pada diri anda, mungkin apa yang anda kerjakan pada siang hari yang membuat anda mengalami insomnia pada malan harinya.

Tidur merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam hidup ini. Tanpa tidur, kita akan jatuh secara fisik dan mental. Kekurangan tidur dapat menyebabkan gangguan mood, emosi, konsentrasi dan menimbulkan malas. Anehnya, dengan tingginya tuntutan dalam dunia kerja, membuat banyak orang yang berusaha untuk mengurangi waktu tidurnya sebanyak mungkin. Rata rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 – 50% populasi mengalami insomnia dan insomnia dapat menyerang semua golongan manusia. (Setiyo Purwanto,2008)


1.2 Identifikasi Masalah Dan Pertanyaan Penelitian

1.2.1 Rumusan Masalah

Didaerah Banyuwangi banyak ditemukan pasien yang terkena Insomnia rata-rata dari mereka penenggak minuman keras.

1.2.2 Pertanyaan Penelitian

Adakah hubungan antara Minum Minuman Beralkohol Dengan Insomnia?
Bila ada, apakah dapat diatasi?
Bagaimana cara mengatasinya?

1.3 Tujuan

1.3.1  Tujuan Umum

Ø Untuk mengurangi penderita insomnia

1.3.2 Tujuan Khusus

Ø Untuk mengetahui hubungan antara minum minuman beralkohol dengan Insomnia.

1.4 Manfaat Penelitian

Ø   Untuk masyarakat Banyuwangi dan juga untuk penyusun sendiri.

1.5  Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Penelitian dilakukan selama 5 hari dimulai tanggal 21 januari hingga 25 januari 2011. Bertempat di Desa Glagah,Banyuwangi.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka

Kesulitan tidur atau insomnia adalah keluhan tentang kurangnya kualitas tidur yang disebabkan oleh satu dari; sulit memasuki tidur, sering terbangun malam kemudian kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi, dan tidur yang tidak nyenyak. Insomnia tidak disebabkan oleh sedikitnya seseorang tidur, karena setiap orang memiliki jumlah jam tidur sendiri-sendiri. Tapi yang menjadi penekanan adalah akibat yang ditimbulkan oleh kurangnya tidur pada malam hari seperti kelelahan, kurang gairah, dan kesulitan berkonsentrasi ketika beraktivitas. Menurut National Institute of Health (1995) Insomnia atau gangguan sulit tidur dibagi menjadi tiga yaitu insomnia sementara (intermittent) terjadi bila gejala muncul dalam beberapa malam saja. Insomnia jangka pendek (transient) bila gejala muncul secara mendadak tidak sampai berhari-hari, kemudian insmonia kronis (Chronic) gejala susah tidur yang parah dan biasanya disebabkan oleh adanya gangguan kejiwaan. Penyebab insomnia intermitten dan transient antara lain stress, kebisingan, udara yang terlalu dingin atau terlalu panas, tidur tidak di tempat biasanya, berubahnya jadwal tidur dan efek samping dari obat-obatan. Sedangkan insomnia yang kronik disebabkan oleh beberapa faktor terutama secara fisik dan mental disorder.

2.2 Penyebab Munculnya Gangguan Tidur

Secara lebih rinci Soresso (tanpa tahun) membagi penyebab munculnya gangguan tidur menjadi 6 yaitu :

1. Farmakologis, pemakaian obat-obatan
2. Medis, misalnya sakit kepala, kesulitan bernafas
3. Genetik, memiliki darah keturunan dari penderita insomnia yang parah
4. Konsumsi tembakau atau alkohol
5. Psikiatris, misalnya gangguan emosi, kecemasan, schizoprenia, somatoform
6. Gangguan psikologis, setelah mengalami pengalaman traumatis, ditinggal
orang yang dicintai dan frustrasi kesulitan mencoba untuk tidur.

Penyembuhan terhadap insomnia tergantung dari penyebab yang menimbulkan insomnia. Bila penyebabnya adalah kebiasaan yang salah atau lingkungan yang kurang kondusif untuk tidur maka terapi yang dilakukan adalah merubah kebiasaan dan lingkungannya. Sedangkan untuk penyebab psikologis maka konseling dan terapi relaksasi dapat digunakan untuk mengurangi gangguan sulit tidur, terapi ini merupakan bentuk terapi psikologis yang mendasarkan pada teori-teori behavioris. Dasar pikiran relaksasi adalah sebagai berikut. Relakasasi merupakan pengaktifan dari saraf parasimpatetis yang menstimulasi turunnya semua fungsi yang dinaikkan oleh sistem saraf simpatetis, dan menstimulasi naiknya semua fungsi yang diturunkan oleh saraf simpatetis. Masing-masing saraf parasimpatetis dan simpatetis saling berpegaruh maka dengan bertambahnya salah satu aktivitas sistem yang satu akan menghambat atau menekan fungsi yang lain (Utami, 1993). Ketika seseorang mengalami gangguan tidur maka ada ketegangan pada otak dan otot sehingga dengan mengaktifkan saraf parasimpatetis dengan teknik relaksasi maka secara otomatis ketegangan berkurang sehingga seseorang akan mudah untuk masuk ke kondisi tidur. Berbagai macam bentuk relaksasi yang sudah ada adalah relaksasi otot, relaksasi kesadaran indera, relaksasi meditasi, yoga dan relaksasi hipnosa (utami, 1993). Dari bentuk relaksasi di atas belum pernah dimunculkan kajian tentang bentuk relaksasi dengan dzikir. Bila dalam meditasi penelitian tentang meditasi transendental sudah banyak dilakukan misalnya penelitian mengenai transcendental meditation yang dikembangkan oleh aharishi mahes yogi. Relaksasi dzikir ini merupakan bentuk sikap pasif atau pasrah dengan menggunakan kata yang diulang-ulang sehingga menimbulkan respon relaksasi yaitu tenang. Respon relaksasi yang digabungkan keyakinan ini sudah dikembangkan oleh Benson (2000), dimana dengan mengulang kata yang dipilih dapat membangkitkan kondisi relaks. Menurutnya metode penggabungan ini lebih efektif bila dibandingkan dengan relaksasi yang tidak melibatkan faktor keyakinan (tentunya hal juga didukung oleh penelitian). Kata atau dzikir yang akan digunakan sebaiknya berupa kata yang memiliki makna yang dalam bagi subjek. Dalam literatur Islam banyak sekali kata yang dapat digunakan untuk dzikir misalnya Yaa Allah, ahad.. ahad.., alhamdulillah, atau menggunakan asmaul husna. Arti dizkir sendiri adalah ingat, jadi perbuatan dzikir lebih pada makna dari pada verbalisasinya. Sehingga diharapkan dalam relaksasi dzikir ini dapat membawa subjek pada alam trasendental. Setelah sikap transenden sudah terbentuk langkah selanjutnya adalah membangkitkan sikap pasif yang merupakan sikap dalam relaksasi yaitu dengan menimbulkan sikap pasrah.
Pasrah dapat dideskripsikan sebagai sebuah sikap penyerahan total kepada objek
trasenden yaitu Allah SWT. Dengan sikap ini apapun yang terjadi dalam diri diterima tanpa reserve, sehingga sangat efektif untuk menimbukan sikap pasif.
Munculkannya gangguan insomnia yang banyak disebabkan oleh konflik internal yang akhirnya menimbulkan stress dapat diredakan dengan sikap penerimaan diri, tidak menentang, dan pasif total. Pada kondisi ini saraf simpatetik yang membuat tegang dapat diturunkan fungsi-fungsinya dan menaikkan saraf parasimpatetik.(Setiyo Purwanto,2008) Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu. Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk

Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah, atau mata juling. Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara ngawur, atau kehilangan konsentrasi.
Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.

Jenis minuman beralkohol

– Anggur

– Bir
– Bourbon
– Brendi
– Brugal
– Caipirinha
– Chianti
– Jägermeister
– Mirin
– Prosecco
– Rum
– Sake
– Sampanye
– Shōchū

– Tuak

(Purnomo,2008)

BAB III

KERANGKA KONSEP

3.1 Rencana Penelitian

3.1.1 Desain

Penelitian dilakukan berdasarkan Desain Cross sectional dengan menggunakan data primer melalui kuisioner pada peminum minuman keras untuk mengetahui hubungan minum minuman keras dengan insomnia

3.1.2 Populasi

Penelitian ini dilakukan diwilayah desa padang mutung,tepatnya dusun

sungai tibun

3.1.3 Sampel dan Besar sampel

Pengonsumsi minuman keras sebanyak 50 orang di desa padang mutung

dusun sungai tibun

3.1.4 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara meberikan kuisioner pada

Koresponden.

3.2 LAMPIRAN

Kuisioner :

Berapakali anda minum minuman keras dalam seminggu?
Minuman beralkohol jenis apa yang anda konsumsi?
Berapabanyak anda meminumnya?
Apakah Setelah Anda Meminum Minuman Beralkohol Anda Akan Mengalami Insomnia ( Susah Tidur)?

Adakah gangguan lain yang anda rasakan?


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Insomnia dapat dapat diakibatkan oleh suatu kondisi medis atau pikiran yang terganggu. Insomnia dapat merupakan suatu gangguan yang berdiri sendiri (insomnia primer), yang akan mengakibatkan gangguan pada pikiran dan fisik. Insomnia tidak membaik dan berlangsung kronis mengakibatkan gangguan baik secara pikiran dan fisik yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas kehidupan pasien dan orang serta lingkungan di mana pasien berinteraksi. Sama halnya seperti kita mengkonsumsi minum-minuman keras yang dapat mengganggu salah satu organ fisik dan pikiran kita.

4.2 Saran

©      Jangan mudah terpengaruh oleh sesama remaja yang tidak baik

©      Hindari pergaulan bebas

©      Hindari berfikir keras untuk insomia


BAB V

DAFTAR PUSTAKA

1.      Tjokonegoro A, Sudarsono S.1985. Metodologi Penelitian Bidang Kedokteran (ed. Ke-2). Balai Penerbit FKUI. Jakarta.

2.      Sastroasmoro S, Ismail S. 2000. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis (ed. Ke-2). Sagung Seto, Jakarta.

3.      Purnomo.Minuman Alkohol.(Publikasi online 13 april 2008) http://www.google.co.id/search?client=firefox-
a&rls=org.mozilla%3Aid%3Aofficial&channel=s&hl=id&q=minuman+alkohol&meta=&btnG=Telusuri+dengan+Google (diakses 11 januari 2009)

4.      Purwanto Setyo.Gangguan Insomnia (publikasi online 13 april 2008) http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2004/0730/kes2.html (diakses 11 januari 2009)

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: